Potret Bocah Pesantren

GambarSaya tidak sengaja menemukan otobiografi KH Syamsul Qodri Al-Falaky, Pengasuh Pondok Pesantren Tadzkiratul Ikhwan, Lemberang, Banyumas, ketika berselancar di dunia maya. Semula saya bermaksud mencari data tentang KH Hisyam Abdul Karim, Pendiri Pondok Pesantren Sukawarah, Kalijaran, Banjarnegara.  Dari sedikit data yang saya temukan, otobiografi inilah yang paling banyak melukiskan profil KH Hisyam Kalijaran. Ternyata ada hubungan erat antara beliau berdua. KH Hisyam merupakan guru yang sangat dihormati oleh KH Syamsul Qodri. Yang disebut terakhirpun menempati posisi istimewa sebagai santri dalam pandangan KH Hisyam. Tidak mengherankan jika beliau memberi perhatian besar pada santri yang satu ini.

Otobiografi ini sangat menarik. Selain memaparkan pengalaman KH Syamsul Qodri selama menuntut ilmu di beberapa pondok pesantren, juga memaparkan lika-liku yang beliau hadapi kala membangun keberadaan Pondok Pesantren Tadzkiratul Ikhwan. Namun yang lebih penting ialah pemikiran-pemikiran dari KH Syamsul Qodri dan KH Hisyam yang bertebaran di halaman-halaman buku ini. Pemikiran tersebut mencerminkan adab interaksi guru-murid serta gagasan guna memajukan pondok pesantren agar tetap kontekstual dengan perkembangan peradaban.

KH Syamsul Qodri tidak hanya berhenti pada tataran wacana. Beliau menindaklanjuti pemikiran tadi dengan upaya nyata untuk mewujudkannya. Pelbagai koreksi dilakukan atas sejumlah praktik beragama yang dilakukan masyarakat sekitar pondok. Di samping itu, sekian ide baru dalam mengelola pondok dirumuskan sebagai wujud akomodasi atas perkembangan teknologi dewasa ini. Tujuannya agar santri tidak mengalami kejumudan tatkala kembali ke masyarakat guna mengaplikasikan pengetahuan agama yang sudah dikaji selama mondok.

Membaca otobiografi ini menyadarkan kita akan peran strategis yang seharusnya dimainkan pondok pesantren bagi umat. Beliau mengajak para pengelola pondok pesantren untuk meninjau kembali niat dalam mensyiarkan Islam lewat lembaga pendidikan ini. Dari sini akan lahir pemahaman dan sudut pandang baru guna melakukan revitalisasi pondok pesantren agar dapat melahirkan generasi muda Islam yang kokoh keimanannya, teguh ketakwaannya, dan cerdas dalam menyikapi perkembangan zaman. Semuanya disampaikan KH Syamsul Qodri melalui cerita dengan bahasa yang mengalir lancar dan mudah dipahami. Sungguh ini pengalaman hidup yang penuh hikmah dan akan menginspirasi para pembaca untuk berbuat yang terbaik di sisa hidupnya.

Untuk membaca biografi ini, silakan unduh pada tautan berikut.

http://www.mediafire.com/download/rxj2ht2ti92ytum/Potret_Bocah_Pesantren.pdf

Iklan

Tag:, , , , , , ,

About Rumah Dzaky

Rumah menjadi tempat yang paling nyaman untuk menanamkan keyakinan, menumbuhkan harapan, dan mengobarkan semangat.

2 responses to “Potret Bocah Pesantren”

  1. Syamsul Qodri Al-Falaky says :

    Thank atas kata pengantar anda di buku Potret Bocah Pesantren.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: